Yogyakarta, Sinar Harapan
Setelah diguncang aksi pembacokan, pembunuhan, dan perusakan beberapa rumah sejak Selasa malam hingga Sabtu dini hari (19-23/2), pada Sabtu malam dan sepanjang Minggu Yogyakarta relatif aman, setelah dua tersangka pelaku pembacokan Sabtu siang ditangkap.
Selama dua malam di Yogya tidak ada peristiwa pembacokan. Secara keseluruhan suasana Yogya aman. Pertokoan buka seperti biasa hingga pukul 21.00 WIB. Bahkan toko-toko tertentu dan tempat hiburan malam beroperasi, termasuk warung lesehan tengah malam tetap didatangi pembeli.
Warga Yogya sendiri seolah tidak peduli terhadap rentetan kasus pembacokan itu. Hanya saja, setiap kantung-kantung basis massa parpol PPP dan PDIP ada sedikit ketegangan, terutama anggota laskar dan satgas masing-masing parpol siap siaga jika diserang entah oleh kelompok mana yang belum jelas jati dirinya.
Kalangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama di Yogya pun meminta semua pihak menahan diri agar Yogya tetap aman. Ketua Tanfidziyyah PW NU DIY Prof Dr Mas’ud Machfoed meminta segala bentuk kekerasan justru akan menyulitkan seluruh masyarakat.
”Oleh karena itu para elite politik harus memberikan contoh bukan hanya dengan kata-kata, tapi juga teladan,” ujarnya. Sekretaris PW Muhammadiyah DIY Drs Sunardi mengimbau semua pihak menghentikan aktivitas yang menimbulkan kekacauan dan mengganggu ketenteraman.
Tersangka Mengaku
Dua tersangka itu adalah pelaku pembacokan Jumat sore di tiga tempat di Yogyakarta. Dua tersangka itu adalah Kok dan Anto, warga Purwokinanti, Yogyakarta. Hingga Minggu malam mereka masih dalam tahanan Poltabes Yogyakarta.
Menurut Kasatserse Poltabes Yogyakarta Komisaris Suroto Msi pada Minggu petang (24/2), dari pengakuan sementara para tersangka, Kok mengaku melakukan pembacokan di dekat Pasar Beringharjo yang melukai Purnama (23) warga Tahunan, Umbulharjo pada Jumat sore, sementara Anto membacok Nasarudin Latif (46) di dekat Pasar Beringharjo.
”Hingga tadi mereka baru mengakui pembacokan itu. Kemungkinan para pelaku pembacokan memang berbeda antara satu tempat dan tempat lainnya,” ujar Suroto.
Polisi hingga kini juga telah mengumpulkan keterangan dari saksi mata, mulai dari Satpam sampai dengan teman para tersangka. Hanya saja para saksi itu dirahasiakan jati dirinya oleh polisi demi keamanan jiwa mereka.
Para petinggi polisi di Yogyakarta mulai dari Kapolda DIY Brigjen Wahyu Saronto, Kaditserse Kombes Toto Sunyoto, Wakapoltabes Yogya AKBP Kadir Prayitno, Kasatserse Poltabes Yogya Komisaris Suroto, Kasatserte Polres Sleman Komisaris Hadi Suprayitno, dan beberapa orang lainnya lain sepanjang Sabtu lalu berada di Mapoltabes Yogya membahas masalah rentetan pembacokan dan perusakan di Kota Pelajar ini.
Tiga Tewas
Dalam rentetan pembacokan sejak Selasa hingga Sabtu lalu tercatat ada tiga orang tewas. Mereka adalah Aris Nurgiyanto, warga Celeban, Umbulharjo yang tewas karena dilempar mercon besar pada Selasa subuh, kemudian Sigit Purnomo warga Jalan Tompeyan yang dibacok kepalanya pada Rabu subuh, dan terakhir adalah Suvirandoko warga Padokan Lor, Kasihan, Bantul yang tewas pada Jumat malam dengan bekas lukas tusuk di punggung yang menembus jantung.
Sementara 14 korban yang terluka adalah tiga orang di Godean pada Senin malam dan Selasa dini hari, kemudian satu orang pada Rabu subuh, dan delapan orang pada Jumat malam, serta dua orang pada Sabtu dini hari.
Di sisi lain ada tiga rumah yang dirusak di wilayah Godean, tiga rumah di Yogya rusak karena dilempar mercon dan dibakar, dan dua gedung milik partai PPP dan PDIP dirusak.
Korban yang tewas pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB adalah Suvirandoko, pegawai toko 24 jam ”K” di Jalan Malioboro. Ia ditemukan tergeletak di dekat Toko Ramayana.
Kapolda Wahyu Saronto menanggapi kasus itu menegaskan bahwa seluruh kasus itu tetap merupakan tindakan kriminal dan polisi akan mengerahkan segala upaya untuk mengungkap kasus tersebut.
”Dalam menangani kasus ini kami tetap akan berpegang pada pendekatan yuridis. Kami tidak akan berbicara masalah politik di sini.
Kami juga tidak akan memihak kelompok mana pun. Saya di sini bekerja sebagai polisi yang profesional,” katanya. Wahyu Saronto juga menepis adanya indikasi bahwa kasus di Yogya ini adalah ulah pihak ketiga yang mempunyai skenario untuk mengacaukan Yogyakarta.
Wakil Ketua DPD PDIP DIY Tatang Setiawan mengaku pihaknya sepakat membentuk tim investigasi bersama antara PDIP dan PPP. ”Jika perlu dengan partai dan elemen masyarakat lainnya. Kami sudah siap. Ajakan untuk membentuk tim investigasi itu ditanggapi dengan baik oleh Ketua DPC PPP Sleman Herman Abdurrahman,” ujar Tatang.
Para pengurus PPP dan PDIP Kabupaten Sleman pada Sabtu lalu memang telah membuat kesepakatan bersama untuk mengamankan daerahnya bersama dengan polisi daerah itu.
Sementara Kapolda Wahyu Saronto meminta agar masyarakat menjaga kampung masing-masing agar kerusuhan itu tidak melanda daerah mereka. (djo)
Mari bercerita tentang apa saja.
Dua Tersangka Pembacok Tertangkap
14.22
Nada dh0
Posted in
News
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
RSS FEED
TWITTER

No Response to "Dua Tersangka Pembacok Tertangkap"
Posting Komentar